Jusuf Kalla Miris Lihat Produk Cina Rajai e-Commerce di Indonesia

Wakil Presiden Jusuf Kalla membahas e-commerce saat rapat soal pertumbuhan ekonomi di kantornya. Pemerintah berupaya menciptakan level playing field(kesetaraan) antara produk asal Cina dan hasil produksi lokal.

“Karena ini beberapa besar yaitu product dari Cina serta ini sama saja dihadapi semuanya negara, tidak cuma kita, ” tutur pria yang akrab disapa JK itu saat di tanyai mass media di kompleks Istana Wakil Presiden, Rabu, 27 Desember 2017.

Seperti di ketahui, pemerintah Indonesia telah lama mengincar prosentase besar untuk jumlah product UMKM lokal di e-commerce. Targetnya, di th. 2020, 80 % product yang di jual di e-commerce yaitu hasil UMKM lokal.

Mengenai perkiraan perbandingan jumlah product luar serta dalam negeri di e-commerce, menurut Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika Kominfo yaitu 60 banding 40. Disamping itu, jumlah UMKM di Indonesia yaitu lebih kurang 59 juta.

JK meneruskan, sebagian pilihan diperhitungkan supaya product lokal dapat berkompetisi di e-commerce melawan product asal negeri Gorden Bambu. Satu diantara yang dibicarakan serius yaitu regulasi pajak.

Regulasi pajak yang disebut yaitu meyakinkan pajak yang adil baik untuk product Indonesia ataupun product asal Cina. Menurut dia, regulasi pajak untuk keduanya masih tetap berbeda.

“Harus memiliki basis yang sama, mesti memiliki pajak yang sama. Problemnya, bila product dalam negeri terkena pajak, product luar negeri jadi tidak. Jadi mereka segera kirim saja, tidak ada PPN nya atau PPhnya. Itu kan berbeda dampaknya, ” tutur JK dilansir siamplop.

JK tidak mengungkap dengan lebih detail kapan regulasi pajak itu juga akan diwujudkan. Tetapi, dianya telah merapatkan hal tersebut dengan beberapa menteri di Kantor Wakil Presiden hari ini. Mengenai menteri yang ikut serta yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Ekonomi Darmin Nasution, serta Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan.

“Arahnya product dalam negeri juga akan dimajukan (di e-commerce). Saat ini, orang pesan itu memanglah semakin banyak product China, ” katanya akhiri.