Ujaran Ahli IT Mengenai Rekaman CCTV pada Kasus Kopi Sianida

Image result for cctv

 

Kemarin (15/9) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali ke sidang ke 21 tentang pembunuhan Wayan Mirna Salihin, sebuah masalah dengan terdakwa tunggal Jessica Kumala Wongso. Pengacara pengadilan hari ini mengenalkan spesialis Forensik Digital, Rismon Hasiholan Sianipar dan seorang psikiater. Irwansyah

Keterangan Rismon Sianipar:
Tampering terhadap video berbentuk pemodifikasian dengan penambahan pencahayaan, memperbanyak frame, menghapus frame. paparanintensitas (warna) pemodifikasian menyebar. adanya pula pemotongan video. Sehingga otentikasinya diragukan.

 

Lihat Juga : Jual CCTV Batam

Analisis:
Pada saat file CCTV Olivier Cafe dipidahkan, pemindahan yang dilaksanakan terhadap saat itu tak didampingi dengan berita acara pemindahan. Pemindahan di sini terhubung metode memindahkan file dari CCTV ke alat lainnya (flashdisk). Padahal secara hukum sesegera mungkin adanya berita acaranya agar sah.

Tampering pada video berbentuk pemodifikasian dengan memperbanyak frame Tampering terdekat. dari tampering memperbanyak frame dapat terhadap saat Jessica yang terlihat garuk-garuk terhadap area paha serta jari-jari, yang mana garuk-garuk paha serta jari-jari tangan sebuah dikata sebagai dampak akibat sianida pasal rujukan oleh Ahli Toksikologi Forensik, AKBP Nursamran Subandi serta Ahli Toksikologi Forensik perguruan tinggi Udayana, Bali, I Made Gel Gel, sifat sianida ialah bisa bikin gatal.

Kejanggalannya ialah bila tangan pernah Jessica memegang sianida di Olivier Cafe, tersebutkan saat itu Jessica mestinya mencuci tangannya buat menjauhi iritasi terhadap kulit tangannya. tetapi fakta di persidangan, yakni merujuk terhadap kamera CCTV Olivier Cafe yang pernah diputar jaksa sebelumnya, Jessica tidak pernah terlihat tidak membawa meja nomor 54. Juga soal gerakan menaruh sebuah yang juga terdekat dengan tampering penambahan frame. Sehingga amat beralasan serta logis apabila ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar menyebutkan adanya pemodifikasian berbentuk penambahan frame.

Tidak cuma adanya penambahan frame, tapi adanya pula penghapusan frame serta pemotongan video. Pemotongan video sertapenghapusan frame, terdekat dapat terhadap saat momen ketika Jessica sedang menelepon serta memakaikan Whatsapp sesaat sebelum Mirna serta Hani datang ke Olivier Cafe. pasal momen itu menjadi fakta persidangan di mana tidak adanya area dari CCTV ketika Jessica sedang menelepon serta bermain Whatsapp.
Selain penghapusan frame, Ahli juga menyebutkan ada tampering terhadap video berbentuk penambahan pencahayaan. serta penambahan pencahayaan di sini dapat mengarah terhadap keterangan AKBP Nursamran Subandi ketika memaparkan momen terhadap jam 16:21:53. Di mana terhadap saat itu Nursamran menyebutkan jikalau warna gelas transparan bening. Juga momen terhadap pukul: 16:27:00-16:28:00 yakni ketika pelayan menata tatakan menu serta setelah itu Jessica memindahkan tatakan menu. Link: Pernyataan AKBP Nursamran Subandi soal pukul: 16:21:53, 16:27:00-16:28:00 (Paragraf 8.
Dapat mengenali warna gelas bening, dapat mengenali pelayan menata tatakan menu bahkan dapat mengenali Jessica memindahkan tatakan menu tapi tak dapat memastikan apakah yang dikeluarkan Jessica dari tasnya ialah tak logis. Penambahan pencahayaan dapatmenjadi pengakibat dapat dilihatnya tatakan menu serta gelas bening tersebut. Sehingga di tiga area itulah yang diduga di-tampering dengan penambahan pencahayaan. serta amat logis apabila Rismon Sianipar meragukan otentikasi kamera CCTV yang telah dipindahkan ke flashdisk tersebut
Keterangan Rismon Sianipar:
Panjang jari yang diduga telunjuk sampai tubuh tas, sehabis kita periksa, pola/tekstur terhadap wilayah yang dilirik tangan atau telunjuk, itu tak benar. Di area sekitar jari tangannya layaknya kuku nenek lampir
Analisis:
Panjang jari yang diduga telunjuk yang panjangnya sampai tubuh tas hingga kuku Jessica yang layaknya kuku nenek lampir posibilitasterdekatnya tidak lain ialah dikarenakan tampering berbentuk penambahan frame
Saya menyebutkan demikian pasal Rismon Siagian dalam keterangannya menyebutkan jikalau tampering dilaksanakan dengan metodemencerahkan satu frame sehingga intensitasnya (warnanya) menyebar. Sehingga cukup beralasan serta logis bila aku menyebutkan begitu pasal jarak antara jari-jari dengan kuku ialah dari tangan, sehingga amat logis serta masuk diakal bila intensitasnya (warnanya) menyebar (jari-jari menyebar ke kuku).